
PEMALANG – Kapolsek Taman Polres Pemalang AKP Marhaendro pimpin langsung anggota datangi tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat bayi di sungai Sanda ikut Desa Sokawangi, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis (29/04/2021) sore

Berdasarkan laporan dari Kepala Desa Kejambon Damu Al Sutikno tentang adanya penemuan mayat bayi di sungai, kemudian Kapolsek segera memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Santosa, S.H. beserta unitnya dan Ka SPKT 2 Aiptu Dwi Indarta beserta anggota langsung mendatangi TKP dan segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan evakuasi

Kejadian berawal ketika itu Agus (15) bersama 4 temannya sedang memancing di sisi Utara sungai kemudian melihat di sisi sungai sebelah Selatan ada semacam boneka, kemudian Agus bersama teman-temannya melihat ada binatang lenggarangan yang mendekati benda semacam boneka tersebut
Lalu Agus bersama teman-temannya berusaha mendekati benda yang dikira boneka tersebut untuk mengetahui lebih jelas, dan setelah didekati ternyata benda yang di kira boneka tersebut adalah jasad bayi, lalu Agus bersama teman-temannya memberitahukan hal itu kepada seorang pengembala kambing yang kemudian memberitahukan kepada perangkat desa Kejambon dan diteruskan laporan tersebut ke Polsek Taman
Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho, S.I.K.,M.Si melalui Kapolsek Taman AKP Marhaendro menuturkan, bahwa mayat bayi tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dengan panjang ± 45 cm dan saat ini dengan dibantu oleh warga sudah kita evakuasi ke kamar jenazah RSUD Dr. M. Ashari Pemalang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut
“Hasil pemeriksaan oleh dr Sri Puji Astuti dari Puskesmas Jebed Selatan di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang kondisi bayi membusuk, seluruh bagian kulit kaki dan badan mengelupas, pada bagian belakang kepala keluar cairan, rambut panjang, terdapat luka di belakang punggung dan kaki kiri bagian belakang, tali pusar sudah tidak ada, usia ± 7 hari dan diperkirakan meninggal 2-3 hari yang lalu” tuturnya
“Saat ini kami masih melakukan identifikasi terhadap jasad bayi tersebut sekaligus melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku yang telah tega membuang jasad bayi malang tersebut” pungkasnya
Siap Jaga Pemalang (SIGAP)